Sabtu, 11 Januari 2014

Tips Usaha Kuliner

                                       Tips Dan Cara Untuk Membuka Usaha Kuliner

1. Pemilihan lokasi
 Pilih tempat yang sesuai dengan target atau pangsa pasar Anda, dan strategis. "Usahakan pilih lokasi yang mendekati pangsa pasar Anda. Karena hal ini akan menentukan berapa banyak produk yang terjual," jelasnya. Pemilihan tempat yang strategis jika tak diikuti dengan kesesuaian pangsa pasar yang dituju akan membuat produk Anda kurang diminati.

2. Pemasaran
Pemasaran produk memegang peran penting dalam kesuksesan bisnis. Tentukan cara promosi dan pemasaran yang efektif agar tidak menghabiskan terlalu banyak biaya. 

3. Produksi
Ketika menjalankan bisnis kuliner, kualitas makanan harus menjadi prioritas. Kualitas makanan akan menentukan apakah pelanggan akan kembali menikmati makanan di tempat Anda atau tidak. Sisi lain dari produk, dari bahan baku, penyajian, layanan, hingga supplier, juga harus direncanakan dengan matang.

 4.Keuangan
Jangan sepelekan masalah keuangan dalam bisnis. Buat perencanaan yang tepat dalam laporan keuangan dan neraca bisnis sampai sedetail-detailnya, agar tidak ada uang yang "hilang" sekecil apapun. Catat setiap pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan dengan teliti, karena catatan keuangan ini akan membantu Anda untuk mengontrol dan menghitung setiap detail bisnis. "Ini juga bisa membantu menganalisis berapa besar keuntungan usaha dan kecepatan balik modal," tukasnya.
Selain itu, sekalipun sudah menangguk untung besar dari bisnis jangan terburu-buru untuk menikmati hasilnya dengan cara yang konsumtif. Ali menyarankan untuk selalu berpikir tentang re-investasi bisnis, misalnya dengan memperluas usaha atau membuka cabang baru.

Selasa, 07 Januari 2014

Cara Menjadi Orang Sukses

Semua orang ingin menjadi orang sukses. Menjadi orang sukses, harus menjadi orang yang berguna dan sangat-sangat pruduktif. Caranya sederhana mulailah dengan cara berpikir positif.

   Berikut ada yang bisa kita pelajari agar usaha kita menjadi sukses :

1.Kesenangan pribadi
Carilah usaha yang memang dekat dengan kesenangan atau kemampuan pribadi. Kemampuan itu adalah modal kita yang pertama. Kita bisa merenungkan apa saja yang kita kuasai dan mampu kita kerjakan dengan baik.

2.Pelajari Bidang Usaha Yang Akan Kita Geluti
Hal-hal yang harus kita pelajari dan mengerti diantaranya sebagai berikut :
a. Bagaimana proses produksinya? Carilah informasi sebanyak-banyaknya untuk bisa kita pertimbangkan efisiensi biayanya.
b. Siapa saja konsumennya? Carilah informasi mengenai segmentasi konsumen yang hendak kita bidik dan bagaimana menyampaikan informasi tentang usaha kita kepada mereka.
c. Seberapa besar peluangnya? Buatlah  perhitungan sederhana hingga detail mengenai peluang usaha tersebut. Dengan begitu, kita bisa cermat memperhitungkan struktur permodalan, regulasi keuangan, dan omset yang mungkin kita capai.

3.Susunlah Rencana Usaha
Susunlah langkah-langkahnya dengan sistematis. Buatlah target yang realistis, tidak terlalu mudah dan tidak pula muluk-muluk. Perencanaan yang baik akan menjadi panduan kita untuk mengelola suatu usaha.

4.Mengukur Peluang dari Usaha Baru
Kita dapat mengukur peluang dari usaha baru yang kita buat. Semua usaha baru dimulai karena ada kebutuhan. Setelah kita mengidentifikasi adanya kebutuhan, barulah ada pasar yang potensial.

5.Lakukan Uji Coba
Lakukan uji coba terhadap produk yang akan kita kembangkan. Uji coba berfungsi untuk mengetahui minat konsumen, hal-hal non-teknis yang kadang tidak terpikirkan, dan berbagai hal lain yang akan semakin menajamkan rencana usaha yang telah kita susun.Uji coba juga kita bisa menghimpun kritik dan saran, mengetahui kekurangan produk untuk kita perbaiki, dan mengetahui kelebihannya untuk bisa kita maksimalkan.

6.Ciptakan Keunikan Untuk Menarik Perhatian
Seringkali citra baik suatu produk baru di dapat setelah proses bertahun-tahun. Oleh karena itu, di awal usaha, setiap produk harus mampu mencuri perhatian. Keunikan itu bisa di aplikasikan dalam bentuk merek, cara pengemasan, cara penyajian, dan sebagainya.

7.Jangan menunda-nunda dan Jangan Terburu-buru
Penyakit yang sering terjadi pada diri kita adalah menunda-nunda tindakan saat kesempatan terbuka. Tentu saja, kesempatan tidak akan datang dua kali. Oleh karena itu kita harus bangkit dari kemalasan dan memutus rantai penundaan adalah langkah yang harus di lakukan untuk meraih kesuksesan. Namun, bukan berarti kita harus terburu-buru. Semua harus dilakukan dengan cemat, dimulai pada saat yang tepat, direncanakan dengan baik dan maksimal.

8.Siapkan Diri untuk Berkompetisi 
Kompetisi adalah sesuatu yang mutlak kita hadapi dalam proses usaha. Oleh sebab itu, kita harus siap dengan kompetisi tersebut. mulai dari rancangan produk yang mampu bersaing, mental yang baik dan tahan banting, serta kemampuan memperbaharui ide dengan hal-hal baru yang lebih baik. Ubahlah lawan menjadi kawan. Ubahlah persaingan menjadi mitra, minimal bangunlah persaingan yang sehat.

9.Bersaing Dalam Kualitas
Banyak usaha yang mengalami bangkrut karena persaingan dengan cara menurunkan harga. Jangan terprovokasi dengan hal tersebut. Bersainglah lah dengan meningkatkan kualitas, bukan dengan menurunkan harga. 

10.Jadikan Komsumen Menjadi Mitra
Pembeli harus kita layani sebaik-baiknya. Akan lebih baik jika bisa kita jadikan mitra, bahkan konsultan. Jangan segan-segan meminta pendapat mereka terhadap produk. Selain mendapat masukan saran dari mereka cara ini bisa menjadi keterikatan antara kita sama konsumen.

11.Pertimbangkan Lokasi dan Tata Letak Yang Baik
Lokasi yang baik dekat dengan pabrik dan toko agar akan lebih baik mempermudah kemampuan produksi.

12.Kemaslah promosi Dengan Baik, Elegan dan Tidak Norak
Bicara masalah promosi, sama sekali tidak bicara masalah kuantitas, tetapi kualitas. Promosi bisa dilakukan dengan membuat pamflet kecil yang disebarkan ke masyarakat, kartu nama yang disisipi informasi produk, keikutsertaan dalam event yang melibatkan massa sesuai pasar yang di bidik.

13.Internet Marketing
Internet telah menjadi bagian kehidupan sebagian besar masyarakat. Kita bisa memasarkan produk melalui interne dengan membuat blog, web, dan banner iklan. 

14.Mencari Modal Atau Partner
Jika tidak punya modal sendiri, maka kita perlu mencari kerja sama dengan orang lain. Namun kita harus berhati-hati dalam masalah administrasi keuangannya, karena banyak kasus penipuan. 


                      Semoga Tips dan Saran Ini Bisa Membuat Anda Menjadi Orang Sukses....( Amin )

 
   

Senin, 06 Januari 2014

Tips Usaha Kecil Menjadi Sukses

Berikut 10 aturan untuk memulai usaha kecil. Daftar ini lebih untuk membuat Anda menyadari kenyataan yang ada, ketimbang gila-gilaan mengejar impian terdahsyat Anda dalam berbisnis.

Lebih realistis. Saat membuat model bisnis, coba lihat ke sekeliling dan cari contoh sukses dari model bisnis yang Anda kehendaki, lalu pelajari. Bila Anda tak dapat menemukan, entah Anda yang luar biasa jenius, atau model bisnis Anda tidak bakal berhasil di dunia nyata.

Jangan menginvestasikan uang sendiri. Karena kebanyakan bisnis adalah perjalanan yang berisiko, carilah partner. Jadi, jika semuanya tidak berjalan semua rencana, Anda tidak bakal bangkrut karena dana start-up tadi, dan tidak dikejar utang.

Perbudak diri sendiri. Jika Anda tidak bersedia bekerja keras, lembur, melupakan keuntungan pribadi dan kesehatan, maka wirausaha bukan untuk Anda. Pada awalnya, Anda pasti tidak akan mampu membayar karyawan, sekalipun karyawan yang murah. Jadi, karyawan Anda, adalah Anda sendiri.

Hargai waktu. Beri nilai uang pada waktu Anda, misalnya Rp20 ribu perjam. Ini akan membantu saat Anda harus mengambil keputusan: Bila sebuah toko mengenakan biaya Rp10 ribu untuk pengiriman setiap minggu, dan Anda membutuhkan waktu 2 jam untuk pergi ke toko tersebut sendiri, maka bayar terus ongkos kirim dari perusahaan tersebut, karena lebih murah. Ini mungkin bertentangan dengan aturan ke 3, tapi bahkan budak sekalipun juga memiliki nilai ekonomi.

Rekrut karyawan dengan baik. Tanpa memedulikan ukuran usaha Anda, pada akhirnya Anda akan merekrut karyawan dari luar. Untuk itu, lakukan proses rekrutmen dengan hati-hati, tanpa tergesa-gesa, dan perlakukan hal tersebut sepenting saat Anda memulai usaha. Sangat disayangkan sikap pemilik usaha yang punya visi untuk usahanya, tapi merekrut karyawan yang justru menghalanginya meraih visi tersebut.

Jual kelebihannya, bukan harganya. Saat Anda memulai usaha, sudah sewajarnya Anda frustasi memasarkannya.Tapi, jika Anda bersaing pada harga, Anda pada akhirnya kan menjual dengan harga pas-pasan atau bahkan di bawah modal. Kuasai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan, untuk menjelaskan bahwa harga produk Anda lebih tinggi karena memiliki nilai yang lebih baik.

Ketahui angka dasar. Mengetahui berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk menjalani usaha – mulai dari sewa toko, listrik, asuransi karyawan, sampai harga tinta printer, kertas, dan pajak. Lalu bagi semua itu dengan berapa hari dalam setahun Anda akan buka, dan… itulah angka dasar – jumlah minimum pendapatan yang Anda butuhkan setiap hari. Jika Anda tidak pernah berpikir tentang angka dasar, coba pikir ulang.

Gunakan teknologi terbaru. Teknologi anyar seperti aplikasi dan penyimpaanan data dengan cloud technology sangat murah dan membuat perusahaan kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar. Manfaatkan teknologi rendah biaya yang ada di pasaran.

Perlakukan vendor dengan baik. Perlakukan vendor dan suplier Anda sebaik mungkin, seperti halnya Anda memperlakukan para pelanggan. Mereka bisa saja memberikan diskon berdasarkan besarnya volume pemesanan Anda, atau bahkan demi menjaga hubungan baik, serta berharap ada peningkatan volume di masa mendatang. Hubungan yang baik membuat mereka juga dapat memahami keterlambatan pembayaran, bahkan memberikan pengiriman gratis.

Jadilah yang terbaik. Anda tidak boleh setengah-setengah.Setiap hal yang Anda lakukan untuk klien harus lah yangterbaik. Apapun yang Anda buat dan jual, haruslah yang terbaik. Lakukan itu terus menerus, dan kekuatan word of mouth akan menyebar.